Bangganya Unai Emery Sampai Tak Berhenti Tersenyum
PELANGI4DAston Villa akhirnya kembali merasakan manisnya gelar juara setelah menaklukkan SC Freiburg 3-0 di final Liga Europa, Kamis (21/5/2026) dini hari di Besiktas Park, Istanbul. Keberhasilan ini mengakhiri penantian trofi selama tiga dekade sekaligus mempertegas reputasi Unai Emery sebagai salah satu pelatih terbaik di kompetisi Eropa.
Youri Tielemans, Emi Buendia, dan Morgan Rogers menjadi pencetak gol kemenangan Villa di partai puncak Europa League. Gelar ini melengkapi musim impresif mereka setelah sebelumnya memastikan tiket Liga Champions lewat posisi empat besar Premier League. Performa stabil sepanjang musim membuat kebangkitan Aston Villa terasa semakin layak dirayakan.
Kesuksesan Aston Villa tidak bisa dilepaskan dari pengaruh besar Unai Emery sejak datang pada November 2022. Saat itu, Villa berada di papan bawah dan hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Dalam waktu singkat, Emery berhasil mengubah arah klub secara menyeluruh.
BACA JUGA : Profil Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026: Erling Haaland Pimpin Revolusi Viking!
Pelatih asal Spanyol tersebut membangun mentalitas baru dan membuat Villa kembali kompetitif di level tertinggi. Kini, mereka tidak hanya bersaing di Premier League, tetapi juga mampu menjuarai kompetisi Eropa.
“Kami perlu mencoba lagi untuk bersaing memperebutkan trofi, terutama di Eropa, ini adalah kesempatan yang sangat bagus. Namun tentu saja, Premier League adalah sesuatu yang fantastis, bagaimana kami tampil selama empat tahun, berada di posisi tujuh besar, lima besar, sekarang kami berada di urutan keempat lagi melawan tim-tim terbaik di dunia,” ujar Emery.
Konsistensi di kompetisi domestik menjadi fondasi penting bagi perjalanan Villa musim ini. Kepercayaan diri para pemain tumbuh seiring kemampuan mereka bersaing melawan tim-tim papan atas Inggris. Momentum itu kemudian terbawa hingga ke panggung Eropa.
Kebangkitan Aston Villa di Istanbul
Final sempat berjalan hati-hati pada awal pertandingan. Freiburg mencoba menjaga ritme permainan, sementara Villa fokus mencari celah lewat penguasaan bola dan tekanan bertahap.
Situasi berubah setelah Villa membuka skor melalui skema bola mati. Gol itu membuat permainan mereka semakin lepas dan sulit dihentikan oleh Freiburg.
“30 menit pertama, kami menguji pertandingan, kedua tim, kami mencoba mengatur bagaimana kami mengelola 30 menit pertama. Namun kemudian secara progresif kami merasa lebih baik, dan ketika kami mencetak gol melalui situasi bola mati, kami memanfaatkannya dengan mengambil banyak rasa percaya diri untuk pertandingan tersebut,” ungkap Emery setelah laga berakhir.
Villa terus menjaga intensitas hingga akhirnya menambah dua gol lagi sebelum laga usai. Freiburg kesulitan keluar dari tekanan dan tidak mampu mengembangkan permainan sepanjang babak kedua.
LINK ALTERNATIF <> PELANGI4D

