
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengungkapkan proses perekrutan pemain di klub secara terbuka. Oleh karena itu, pernyataannya langsung menarik perhatian publik sepak bola nasional. Selain itu, ia menyampaikan fakta yang jarang terdengar sebelumnya.
Johnny Jansen menyebut klub tidak memiliki sistem pencari bakat khusus. Dengan demikian, manajemen klub mengandalkan rekomendasi eksternal. Bahkan, agen sering mengirimkan video pemain langsung ke pihak klub.
Menurut Jansen, manajemen lalu meminta pandangannya terkait pemain tersebut. Oleh karena itu, ia harus menilai kesesuaian posisi dan gaya bermain secara mandiri. Selain itu, ia juga mengevaluasi kebutuhan tim saat itu.
Jansen menjelaskan bahwa metode ini berbeda dari pengalaman sebelumnya. Dengan demikian, ia merasakan perbedaan besar dibanding sistem Eropa. Bahkan, ia menyebut proses scouting di sana jauh lebih terstruktur.
Ia menilai banyak tawaran pemain tidak sesuai kebutuhan tim. Oleh karena itu, ia kerap menolak rekomendasi agen. Selain itu, ia menegaskan pentingnya kecocokan posisi.
Jansen memberi contoh tawaran pemain sayap untuk posisi penyerang. Dengan demikian, ia langsung menolak proposal tersebut. Bahkan, ia menyampaikan alasan teknis secara tegas.
Selain masalah posisi, Jansen menyoroti efisiensi perekrutan. Oleh karena itu, ia menilai proses saat ini kurang efektif. Dengan demikian, klub sulit membangun tim jangka panjang.
Jansen juga membandingkan kondisi ini dengan standar ideal. Oleh karena itu, ia menilai klub perlu sistem pemantauan rutin. Selain itu, ia menekankan pentingnya data lapangan.
Menurut Jansen, klub idealnya memiliki pemandu bakat profesional. Dengan demikian, pencarian pemain bisa lebih tepat sasaran. Bahkan, ia menyarankan pembagian tugas lokal dan asing.
Ia menilai struktur tersebut memberi kontrol lebih besar. Oleh karena itu, pelatih dapat menyusun tim sesuai visi. Dengan demikian, performa tim berpeluang meningkat.
Meski demikian, Jansen tetap menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, ia fokus memaksimalkan pemain yang ada. Selain itu, ia terus berkomunikasi dengan manajemen.
Pernyataan ini membuka diskusi luas soal manajemen klub. Dengan demikian, publik mulai menyoroti sistem rekrutmen liga. Oleh karena itu, perubahan jangka panjang menjadi kebutuhan.
Subheading 1: Tantangan Perekrutan Tanpa Sistem Scouting
Johnny Jansen menilai absennya scouting menyulitkan seleksi pemain. Oleh karena itu, banyak tawaran tidak relevan. Selain itu, pelatih harus bekerja ekstra.
Ia menyebut keputusan sering datang mendadak. Dengan demikian, waktu evaluasi menjadi terbatas. Bahkan, kondisi ini berisiko bagi stabilitas tim.
Subheading 2: Harapan Jansen terhadap Struktur Ideal Klub
Jansen berharap klub membangun sistem pencarian bakat. Oleh karena itu, ia menyarankan dua pemandu bakat. Selain itu, ia menekankan pembagian wilayah kerja.
Menurutnya, struktur ini membantu perencanaan tim. Dengan demikian, klub bisa lebih konsisten. Bahkan, ia menilai sistem ini krusial.

SOSMED OFFICIAL PELANGI4D
INSTAGRAM : adminpelangi4d
FANSPAGE FB : Pelangi4D Situs Game Online Terpercaya
TWITTER : PutriPelangi4D
WHATSAPP : WA ADMIN
PINTEREST : PUTRI PELANGI4D
LINK : WWW.PELANGI4D.COM
Berikut HOT PROMO BONUS PELANGI4D:
- Bonus New Member 10% [ Maximal 200 RB
- Bonus Deposit Harian 10% [ Maximal 100 RB ]
- Bonus Winstreak Spesial di Sabung Ayam
- Bonus Cashback up to 15% [SLOT,SPORT,SABUNG AYAM,TANGKAS]
- Bonus Rollingan Mingguan 0.8% [CASINO]
- Bonus Rollingan 0.2% [SLOT,SPORT,SABUNG AYAM,TANGKAS]
- Bonus Referral up to 2% [SPORTBOOKS & SABUNG AYAM]
- Bonus Refferal Slot Games 0.2%
- Bonus Referral Togel :
— 4D & COLOK : 1%
— 2D & 3D : 0.5%
