Februari 26, 2026
library_upload_24_2026_01_645x430_pemain-real-madrid-r_4def6e1

PELANGI4D – Musim 2025/2026 menghadirkan ironi besar di sepak bola Spanyol. Dua akademi terbaik, La Fabrica dan La Masia, berjalan ke arah yang berlawanan. Hasilnya mencolok.

Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey. Tim muda asuhan Alvaro Arbeloa kalah 2-3 dari Albacete. Lawan mereka berasal dari La Liga 2.

Di saat yang sama, Barcelona berpesta. Pemain-pemain jebolan La Masia menjadi tulang punggung kesuksesan tim utama. Gelar Supercopa de Espana pun diraih.

Situasi ini menegaskan sebuah paradoks. Akademi Madrid aktif memproduksi pemain, tetapi gagal memberi dampak instan. Barcelona justru menuai hasil nyata dari jalur pembinaan.

La Fabrica dan Kegagalan di Copa del Rey

Real Madrid menurunkan banyak pemain La Fabrica di Copa del Rey. Ada David Jimenez, Raul Asencio, Fran Garcia, Jorge Cestero, dan Gonzalo Garcia. Cesar Palacios serta Manuel Angel masuk dari bangku cadangan.

Komposisi ini menunjukkan keberanian klub. Namun, hasil akhir tidak berpihak. Madrid kalah dari Albacete dalam laga krusial babak 16 Besar.

Gonzalo Garcia tampil cukup menonjol. Ia mencetak gol dan menjadi pengganti kompetitif untuk Kylian Mbappe yang absen. Performa individu itu tidak cukup mengubah nasib tim.

Sebagian besar pemain La Fabrica lain gagal memberi dampak signifikan. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi proyek pengembangan pemain muda Madrid.

La Masia dan Dominasi Barcelona

Barcelona berada di jalur sebaliknya. Pemain jebolan La Masia menjadi pusat permainan tim utama. Mereka tampil matang di level tertinggi.

Final Supercopa de Espana menjadi panggung utama. Barcelona menang 3-2 atas Real Madrid. Sejumlah pemain La Masia tampil sejak menit awal.

Alex Balde, Eric Garcia, Pau Cubarsi, Fermin Lopez, dan Lamine Yamal masuk starting XI. Dani Olmo serta Gerard Martin memberi kontribusi dari bangku cadangan.

ESPN mencatat momen spesial. Ada 13 pemain jebolan La Masia dalam skuad juara Supercopa. Tidak semuanya bermain, tetapi perannya tetap vital.

Dua Akademi, Dua Arah yang Berbeda

La Masia dikenal konsisten melahirkan pemain inti bagi Barcelona. Dari Lionel Messi hingga Lamine Yamal, jalurnya jelas. Akademi dan tim utama berjalan selaras.

La Fabrica menghadapi fenomena berbeda. Banyak lulusannya justru bersinar setelah meninggalkan Santiago Bernabeu. Kesempatan di tim utama sangat terbatas jadi alasannya.

Nico Paz berkembang pesat di Como 1907. Alvaro Carreras menemukan performa terbaik di Benfica. Achraf Hakimi bersinar setelah hijrah ke Dortmund.

Kasus serupa terjadi pada Marcos Llorente di Atletico Madrid. La Fabrica tetap produktif, tetapi manfaat terbesarnya justru dirasakan klub lain. Paradoks itu kini semakin nyata.

BACA JUGA : BUKTI JACKPOT KEMENANGAN PEMAIN PELANGI4D

SOSMED OFFICIAL PELANGI4D
INSTAGRAM : adminpelangi4d
FANSPAGE FB : Pelangi4D Situs Game Online Terpercaya
TWITTER : PutriPelangi4D
WHATSAPP : WA ADMIN
PINTEREST : PUTRI PELANGI4D
LINK : WWW.PELANGI4D.COM


Berikut HOT PROMO BONUS PELANGI4D:

  • Bonus New Member 10% [ Maximal 200 RB
  • Bonus Deposit Harian 10% [ Maximal 100 RB ]
  • Bonus Winstreak Spesial di Sabung Ayam
  • Bonus Cashback up to 15% [SLOT,SPORT,SABUNG AYAM,TANGKAS]
  • Bonus Rollingan Mingguan 0.8% [CASINO]
  • Bonus Rollingan 0.2% [SLOT,SPORT,SABUNG AYAM,TANGKAS]
  • Bonus Referral up to 2% [SPORTBOOKS & SABUNG AYAM]
  • Bonus Refferal Slot Games 0.2%
  • Bonus Referral Togel :
    — 4D & COLOK : 1%
    — 2D & 3D : 0.5%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *