Gagal Total di Eropa, Real Madrid Siap Rombak Besar-Besaran?
PELANGI4D – Real Madrid kembali menelan kekecewaan besar di panggung Eropa setelah disingkirkan Bayern Munchen di Liga Champions. Kekalahan agregat 6-4, termasuk skor 4-3 pada leg kedua di Allianz Arena, memperpanjang musim yang jauh dari harapan.
Hasil ini tidak hanya menutup peluang meraih trofi, tetapi juga memperbesar tekanan terhadap pelatih Alvaro Arbeloa. Masa depannya kini berada di ujung tanduk di tengah situasi klub yang sedang bergejolak.
Dengan peluang juara La Liga yang semakin menipis dan kegagalan di kompetisi domestik lainnya, Real Madrid berpotensi mengakhiri musim tanpa gelar besar untuk kedua kalinya secara beruntun.
Kekalahan yang Mempertegas Standar Tinggi Real Madrid

Skuad Real Madrid memprotes keputusan wasit dalam laga versus Bayern Munchen di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Kamis (16/4/2026). (c) AP Photo/Matthias Schrader
Real Madrid dikenal sebagai klub dengan standar tertinggi di dunia sepak bola. Sejarah panjang mereka di Liga Champions, dengan 15 gelar, membentuk budaya yang tidak mentoleransi kegagalan.
Dalam konteks itu, tersingkir dari Bayern menjadi pukulan telak. Apalagi, kekalahan ini terjadi di tengah musim yang sudah penuh tekanan sejak awal.
Sejarah menunjukkan bahwa bahkan pelatih sukses pun tidak kebal dari pemecatan. Vicente del Bosque pernah dipecat setelah memenangkan La Liga, sementara Carlo Ancelotti harus pergi meski baru saja mempersembahkan gelar Liga Champions.
Budaya ini menegaskan satu hal: ketika hasil tidak sesuai ekspektasi, pelatih menjadi pihak pertama yang harus bertanggung jawab.
Posisi Arbeloa Semakin Rapuh

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa saat konferensi pers pertandingan perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, 14 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader
Alvaro Arbeloa baru ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Januari lalu, menggantikan Xabi Alonso. Namun, masa jabatannya yang singkat tidak memberikan banyak perlindungan di tengah tekanan hasil buruk.
Secara umum, pandangan di dalam klub menyebut bahwa Arbeloa kemungkinan besar akan dipecat. Meski demikian, ia diperkirakan tetap memimpin tim hingga akhir musim.
Keputusan ini lebih didasarkan pada situasi kompetisi yang sudah hampir berakhir. Mengganti pelatih saat ini dinilai tidak akan membawa dampak signifikan.
Menanggapi spekulasi tersebut, Arbeloa menegaskan sikapnya. “Saat ini saya tidak memikirkan hal itu sama sekali. Ini keputusan klub dan saya adalah pendukung setia. Yang saya inginkan hanya Real Madrid menang, siapa pun pelatihnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak khawatir soal masa depan. Arbeloa merasa telah melakukan segalanya untuk membantu tim meraih kemenangan.
Daftar Kandidat Pengganti Mulai Muncul

Arda Guler dan pemain Real Madrid protes ke wasit Slavko Vincic di laga melawan Bayern Munchen di leg kedua perempat final Liga Champions, 16 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader
Sejak awal penunjukannya, posisi Arbeloa memang tidak sepenuhnya aman. Spekulasi soal calon pengganti sudah muncul bahkan sebelum hasil buruk datang.
Beberapa nama besar mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Real Madrid. Jurgen Klopp menjadi salah satu yang sering disebut, meski ia telah menegaskan komitmennya bersama Red Bull dan belum ada kontak dengan Madrid.
Zinedine Zidane juga kembali masuk radar. Sosok yang membawa tiga gelar Liga Champions beruntun itu masih memiliki hubungan baik dengan Florentino Perez, meski disebut lebih tertarik menangani tim nasional Prancis.
Didier Deschamps turut disebut sebagai opsi, seiring kontraknya bersama Prancis yang akan berakhir. Selain itu, Mauricio Pochettino juga menjadi kandidat kuat, mengingat hubungan baiknya dengan manajemen Madrid.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait siapa yang akan menjadi pelatih berikutnya.
